Artikel

ARTIKEL


DEMI PACAR TANPA TEMAN


SMA, itu itulah yang sekarang jadi tempat Davi belajar. Sekarang dia masih duduk di bangku kelas XI A 3. Duduk bersebelahan dengan teman dekatnya Raka. Banyak teman dekatnya yang sekelas dengan dengan dia. Hari Senin waktunya pelajaran Fisika, yang rencananya akan diadakan ulangan harian.

‘Assalamualaikum,’ Pak Edy mengucap salam dan masuk kelas. “Tolong berdoa dulu,” pak Edy menyuruh ketua kelas. Deni memimpin Doa. Pak jadi “ Ulangan gak pak ?“Kata Raka. “ Untuk ulangannya ditunda minggu depan, soalnya bapak masih belum buat soal.”Kata Pak Edi. Secara serentak anak-anak bersorak. Di keluarkan buku paket,buka halaman 100 !” Pak Edi menyuruh anak-anak. “ Tolong dikerjakan soal-soal latihan 1, sampai selesai. Nanti dikumpulkan. Bapak mau Rapat dulu di Dinas Pendidikan. Jangan Rame, jaga mulut, oke.” Kata Pak Edi sambil meninggalkan kelas.


Tugas sudah selesai, jam istirahat berbunyi. Deni mengumpulkan tugas ke ruang guru. David an teman-temannya ke kantin belakang sekolah. Mereka beli bakso Pak Ujang. “ Rak lo mau minum apa ? “ Davi bertanya. “ Gue juss buah aj. “ Kata Raka. “ Semuanya sama aja za ?“ Davi menawarkan ke teman-teman yang lain. “ Tersserah loe aja .“ Deny mewakili semuanya. Makan udah selesai, mereka kembali ke kelas. Di tengah perjalanan ke kelas Davi menyuruh teman-temannya kembali ke kelas duluan. Dia mau buang air kecil dulu. Davi berlari menuju kamar kecil. Dia sudah selesai buang air kecil, di perjalanan dia bertemu temannya cewek. Namanya Dinda. “ Hay Din .” Davi menyapa Dinda. “ Hay juga Dav “ Dinda menjawab. “ Ayo bareng balik ke kelas .“ Dinda mengajak. “ Oke “. Kata Davi. Mereka beranjak ke kelas bareng.


Bel Pulang sekolah berbunyi. David an teman-temannya pulang. Di Masjid sekolah, Davy melihat Dinda sendirian. “ Belum pulang Din ?” Davi bertanya. “ Belum, mungkin masih lama nungguin jemputan,soalnya mobil papaku mogok.” Kata Dinda. “ Aku anterin mau nggak ?’ Davi menawarkan. “ Nggak ngrepotin ?” Kata Dinda. “ Za nggak lah. Ayo naik.” Davi pamit ke teman-temannya, dia berangkat dengan penuh senyum. Di perjalanan mereka asyik nagobrol. Mereka sudah sampai. Davi lansung balik pulang.


Sesampainya di rumah Davi langsung ganti baju. Setelah itu dai mengambil hp,trus sms Dinda. Davi ada rasa sama Dinda. Sejak kelas X Davi emang udah suka sama Dinda. Davi ngajak Dinda keluar nanti malam. Dia ingin menyatakan perasaannya ke Dinda. Akhirnya malam itu tiba. Davi sudah menyatakan perasaannya ke Dinda. Dinda menerima cinta Davi, soalnya Dinda juga dari dulu suka sama Davi. Akhirnya mereka jadian.

Hari ini hari Minggu. David an Dinda pergi ke tempat Wisata untuk merayakan hari jadian mereka. Davi sengaja tidak mengajak teman-teman dekatnya agar tidak ada yang menggangu mereka berdua. David an Dinda bersenang-senang merayakan hari jadian mereka. Wajah mereka kelihatan senang sekali. Sudah lama mereka bersenang-senang. Akhirnya mereka pulang. Setelah mengantar Dinda, Davi langsung ke rumah Raka. Di rumah Raka banyak teman-teman Davi yang lagi ngumpul-ngumpul. Davi langsung bergabung dengan mereka. Davi merasa dia dicuekin teman-temannya. Kemudian davi bertanya ke Raka kenapa dia dicuekin. Raka menjawab, “ Pikiran saja sendiri .“


Akhirnya Davi tahu sebabnya kenapa dia dicuekin teman-temannya. Dia tahu dari seorang temannya. Ternyata setelah Davi jadian sama Dinda, perhatian ke teman0temannya berkurang. Dia banyak menghabiskan waktu hanya bersama Dinda, bukan sama teman-temannya. Davi diberi pilihan sama teman-temannya, kalau memeang masih ingin berteman dengan mereka, Davi harus putusin Dinda. Tapi Davi nggak mau. Dia lebih memilh Dinda, soalnya Davi sudah terlalu mencintai Dinda. Davi pun menerima keputusan itu.


Sekarang Davi udah gak punya teman. Temannya pun gak habis pikir kalau Davi lebih memilih Dinda dari pada mereka teman-temannya. Suatu hari Davi mengumpulkan teman-temannya,Davi ingin berteman lagi. Dia merasa kalau dia nggak bias hidup tanpa teman-temannya. Tapi Davi juga ingin teman-temannya menerima Davi pacaran sama Dinda. Teman-temannya menerima semua keputusan itu. Mereka meminta Davi agar dapat membagi waktu untuk pacar dan teman-temannya. Akhirnya Davi dapat berteman sama mereka laghi, dan pacaran sama Dinda. Davi seneng banget karena teman-temannya bisa ngerti perasaannya.





DI BALIK SENYUM MANIS



Kisah ini berawal dari pertemuan pertama antara Manis dan Adit. Yang setelah beberapa lamanya mereka kenal lewat SMS. Akhirnya mereka sekarang bisa bertemu secara langsung dan bertatap muka. Dengan adanya pertemuan ini, hubungan mereka semakin akrab. Beberapa Minggu kemudian, mereka bertemu lagi di tempat yang romantis. Dipertemuan ini Adit menyatakan semua perasaan cintanya pada manis. Melihat kesungguhan Adit dan rayuan-rayuan yang romantis dari Adit. Akhirnya Manis menerima cinta Adit. Tanpa sepengetahuan Manis, bahwa sebenarnya Adit sudah punya seorang cewek yang sangat mencintai Adit. Hubungan Manis dan Adit pun berlangsung kurang lebih selama 2 bulan. Tepat pada 2 bulan tersebut Manis mengetahui bahwa sebenarnya Adit sudah mempunyai seorang cowek. Manis pun langsung minta penjelasan dari Adit. Adit mencoba untuk menjelaskan pada Manis, tapi Manis masih tidak percaya. Meskipun begitu Adit masih saja menyembunyikan yang sebenarnya. Dia masih berbohong pada Manis. Adit tetap merayu Manis dengan 1000 cara menggait seorang cewek dan pantang menyerah. Hati Manis mulai luluh, dengan hati yang luluh tersebut, Manispun memaafkan Adit. Mereka baikan dan melanjutkan hubungan mereka kembali.

Berbulan-bulan mereka menjalani hubungan pacaran. Tibab-tiba Manis mendapat teroran SMS dari seorang cewek. Cewek itu bernama Sita dan juga mengaku kalau dia adalah pacarnya Radit. Dengan kata-katya yang kasar Sita terus-menerus meneror Manis. Satu Minggu sudah terlewati, Manis tidak kuat dengan semua ini. Akhirnya Manis mengaku kepada Adit. Disaat Manis menyebut nama Sita, Adit hanya menundukkan kepalanya. Adit tidak berani menatap mata Manis yang penuh rasa kecewa dan sakit hati yang begitu dalam karena Manis merasa kalau Adit sudah mempermainkan perasaannya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar